Pengajian Muslimah di Musim Gugur: Hidayah dan Pilar Islam

Pengajian Muslimah 161113Sabtu, 16 November 2013. Di tengah cuaca mendung yang menggayut rendah di kota Goettingen, Ibu-ibu dan anak-anak beriringan menuju HRS 9, kediaman keluarga Bapak Edy Supriyanto dan Ibu Rahayuwati. Pada hari itu direncanakan akan diselenggarakan pengajian anak dilanjutkan dengan pengajian muslimah Kalam Goettingen.
Pengajian anak berlangsung kurang lebih selama satu setengah jam dengan kegiatan berupa membaca iqro dan Al Quran dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti pengajian yang diselingi dengan permainan dan Basteln.
Jeda sekitar satu jam dimanfaatkan untuk sholat, berbincang-bincang dan makan siang yang telah disediakan. Acara dilanjutkan dengan pengajian muslimah dengan acara terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al Quran, sharing dasar pembuatan mie, kajian dasar Islam (hidayah dalam kehidupan), doa dan penutup.
Dalam sharing dasar pembuatan mie, Ibu Rahayuwati menjelaskan bahwa kekenyalan mie tergantung dari bahan tepung yang digunakan. Meski hampir setiap jenis tepung dapat digunakan, namun tepung berprotein tinggi (550) terbukti memberikan kekenyalan yang lebih baik. Ukuran telur yang digunakan juga berpengaruh pada tekstur adonan, karena jika ukuran telur besar (L), dapat menyebabkan adanan kelebihan cairan sehingga lebih lengket. Untuk itu dianjurkan untuk menggunakan tiga telur ukuran sedang (M) atau menggunakan dua setengah telur ukuran besar (L). Untuk resep selengkapnya dapat dibaca di blog Ibu Rahayuwati

membuat mieDalam kajian dasar Islam, Ibu Sri Wahyuni menjelaskan bahwa hidayah dapat datang melalui panca indra, insting, akal dan agama. Melalui panca indra dan insting, secara tidak langsung manusia dapat mengenali kebesaran Allah, namun tanpa olah akal dan petunjuk agama dapat berakhir pada kesesatan dan turunnya derajat manusia hingga menyerupai hewan yang tidak memiliki akal dan tidak mengetahui adanya agama. Agama itu sendiri tercermin dalam aqidah, akhlak dan hukum/syariah, yang ketiganya merupakan bagian dari pilar tegaknya agama.
Permasalahan yang muncul selama ini adalah agama hanya masuk dalam tataran aqidah, namun belum terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai akhlak yang melekat pada diri individu. Akibatnya sering kali muncul gambaran negatif tentang Islam yang berasal dari permasalahan seorang/masyarakat muslim. Tegaknya agama Islam tidak dapat terjadi melalui jika hanya ada salah satu pilar yang kokoh, namun selalu perlu penguatan yang seimbang di ketiga pilar tersebut. Hingga saat ini hukum/syariah Islam belum diterapkan secara menyeluruh, meskipun di negara-negara yang menyebutkan dirinya sebagai negara Islam.
Diskusi berlanjut dengan seru hingga tak terasa hampir tiga jam kajian muslimah berlangsung sore hari itu. Kajian diakhiri dengan doa penutup dan mencicip mie home made.