Pengajian Muslimah: Memandikan dan Mengkafani Jenazah 23 Maret 2013

Pengajian muslimah: Praktek Memandikan JenazahAdab Muslim Terhadap Mayyit

1. Memejamkan matanya

Memejamkan mata mayyit ini dimaksudkan agar tidak menyakiti ketika dimandikan dan agar mata mayyit tidak kemasukan kotoran.  Memejamkan mata juga dimaksudkan agar roman muka mayyit tidak menyeramkan.

Dari Ummu Salamah ra Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya apabila ruh dicabut, pandangan akan mengikuti” (HR Muslim)

2. Menyebutkan kebaikan-kebaikan dan berkata yang baik-baik karena malaikat mengaminkan.

Dari Ummu Salamah ra Rasulullah SAW bersabda, Apabila kalian mengunjungi orang sakit atau orang meninggal, maka berceritalah yang baik, karena malaikat mengaminkan apa yang kalian bicarakan”.

Memandikan Mayyit

Adab Memandikan Mayyit

  1. Menutup (tidak melihat) auratnya
  2. Tidak memandian langsung di bawah langit
  3. Yang memandikan harus orang yang terpercaya
  4. Tidak dihadiri selain orang yang memandikan
  5. Tidak membicarakan auratnya apalagi cacat badannya
  6. Wajah mayyit menghadap kiblat
  7. Lembut dalam setiap urusan
  8. Melapisi tangan dengan sesuatu (kain, wash lap)

Rukun Memandikan Mayyit

  1. Niat
  2. Basmallah
  3. Maratakan air ke seluruh tubuhnya

Siapakah Mayyit yang Dimandikan

Yang wajib dimandikan:

  1. Muslim
  2. Muslim yang mati syahid bukan karena orang kafir

Yang tidak wajib dimandikan:

  1. Kafir
  2. Muslim yang mati syahid di tangan orang kafir

Diriwayatkan oleh Ahmad, Rasullullah SAW bersabda: …janganlah kamu memandikan mereka, karena setiap luka atau setiap tetes darah akan semerbak dengan bau yang wangi pada hari kiamat”. (HR Ahmad)

 Tujuh Golongan Muslim yang Syahid Bukan di Tangan Orang Kafir

  1. Meninggal karena terkena wabah suatu penyakit
  2. Meninggal karena kolera
  3. Meninggal karena tumor/kanker ganas
  4. Meninggal terbakar
  5. Meninggal tenggelam
  6. Meninggal tertimbun
  7. Meninggal ketika melahirkan

 Tayamum Untuk Mayyit

  1. Karena tidak ada air
  2. Karena badannya akan semakin hancur jika dimandikan

Menyiapkan Barang-barang Yang Diperlukan

  1. Kain kafan sebanyak ± 10 – 12 meter
  2. Kapur barus atau kamper sebanyak ± 300 gram dihaluskan
  3. Cendana ± 100 gram
  4. Kapas ± 200 -300 gram atau tergantung keadaan jenazah
  5. Minyak wangi 1 botol
  6. 5 helai kain panjang untuk menutup tubuh jenazah
  7. Gayung dan ember serta air secukupnya
  8. Sabun dan shampoo untuk memandikan jenazah
  9. Tali raffia 1 gulung kecil, untuk mengukur jenazah
  10. Tirai untuk menghijab tempat mandi dan tempat mengkafani jenazah
  11.  Beberapa orang untuk memangku jenazah ketika dimandikan atau meja
  12.  Handuk untuk mengeringkan jenazah setelah dimandikan
  13. Tikar untuk mengkafani jenazah
  14. Jarum dan benang untuk menjahit jilbab sedikit di bawah dagu.

Mempersiapkan  Jenazah

Periksa Jenazah

  1. Apa bajunya sudah dibuka?
  2. Apa matanya sudah tertutup?
  3. Apa ada barang-barang yang melekat di tubuh jenazah yang belum dibuka?
  4. Apa tubuh jenazah luka-luka?

Mengukur Jenazah

  1. Panjang dari ujung kepala sampai ujung kaki
  2. Panjang dari bahu sampai akhir paha (untuk panjang baju)
  3. Panjang dari bawah dada sampai mata kaki (untuk sarung)
  4. Panjang dari dahi sampai pucuk kepala (untuk memperkirakan letak jilbab)

Cara Memandikan Jenazah

  1. Jenazah dihadapkan ke kiblat dengan kepala lebih tinggi daripada kaki agar air yang mengandung najis tidak mengalir kembali ke bagian yang sudah bersih
  2. Jenazah dilunakkan persendian-persendiannya dengan cara menggerak-gerakkan tangan sampai siku ke pundak.  Kaki digerak-gerakkan sampai paha kemudian diluruskan kembali.  Jika jenazah sudah kaku ditidak usah dilunakkan persendiannya.
  3. Memakai sarung tangan dari bahan yang lembut seperti kaos untuk membersihkan najis.  Caranya, perut ditekan perlahan-lahan.  Bagi yang hamil supaya diusap.  Bila sarung tangannya sudah kotor diganti.
  4. Membersihkan jenazah dari berbagai kotoran yang melekat padanyA
  • Bekas plester dibersihkan dengan semacam minyak (baby oil atau minyak kelapa)
  • Kotoran lain dengan air sabun
  • Kotoran mata diusap dengan sarung tangan
  • Lubang hidung diusap dari luar
  • Rongga mulut diusap dengan sarung tangan perlahan-lahan
  • Daun telinga diusap seperti ketika wudhu
  • Sela-sela jari diusap seperti ketika wudhu
  • Sela-sela kuku dibersihkan dengan alat yang tidak tajam
  1. Mewudhukan secara sempurna (tidak berkumur dan tidak memasukkan air ke hidung.
  2. Mandikan.  Sesuai dengan sunnah menggunakan sabun.  Mendahulukan bagian kanan,

Bagian depan tubuh, dicuci sebanyak 3 kali:

  • Kepala dan jenggot (tempat tumbuh rambut)
  • Leher
  • Pundak sampai ke telapak
  • Bahu dan dada sampai ke perut
  • Kaki

Tubuh dimiringkan ke kiri, dicuci sebanyak 3 kali

  • Cuci badan bagian belakang (punggung, pinggang, pinggul)
  • Leher
  • Pundak sampai telapak tangan
  • Bahu dan dada sampai ke perut
  • Kaki

Tubuh dimiringkan ke kanan, dicuci sebanyak 3 kali

  • Cuci badan bagian belakang
  • Leher
  • Pundak sampai telapak tangan
  • Bahu dan dada sampai ke perut
  • Kaki

Mencuci 3 kali: pertama menggunakan air, kedua menggunakan air, ketiga menggunakan air yang dicampur dengan kamper.  Bersihkan jenazah 3 kali, bila masih mengeluarkan najis dicuci 5 kali sampai 7 kali kemudian tutup tempat keluarnya najis menggunakan kapas.

Setelah selesai dimandikan diwudhukan lagi.  Setelah itu dikeringkan menggunakan handuk.

Mengkafani Mayyit

Hukum mengkafani fardu kifayah, minimal dengan 1 lapis kain.  Menurut riwayat Bukhari dan Khibab ra Mus’ab bin Umair yang terbunuh di perang Uhud dikafani dengan selembar kain burdah yang pendek sehingga kakinya terbuka, kemudian ditutup dengan rumput idzkir.

Hal-hal yang disukai mengenai kafan:

  1. Kafan yang baik, kalau bisa yang baru
  2. Bersih
  3. Menutupi seluruh tubuh
  4. Berwarna putih.

Hadits Rasulullah SAW, ..Pakailah pakaian yang putih karena itulah yang terbaik dan kafanilah yang meninggal di antara kamu dengan itu.”

  1. Diberi cendana dan minyak wangi di muka dan tempat sujud
  2. 3 lapis bagi laki-laki dan 5 lapis bagi perempuan

Dari Aisyah ra, …Nabi dikafani dengan 3 helai kain putih mulus dan baru, tanpa kemeja dan sorban”. (Riwayat Jumhur)

Dari Ummu Athiyyah, …Kaun wanita memandikan putri Rasul SAW, kemudian memakaikan kain, baju kurung dan kerudung serta dua lapis kain dibalut padanya”.

Bagi yang ihram

  1. Dipakaikan kain ihram
  2. Kemudian dilapis dengan 2 helai kain lagi
  3. Tidak berjahit dan tidak memakai wangi-wangian
  4. Bagi laki-laki bagian kepala tidak tertutup.

Cara mengkafani mayyit

  1. Menyediakan 2 helai kain sepanjang tinggi badan + 2 jengkal tangan (untuk tempat mengikat)
  2. Menyediakan
  • 1 helai kafan untuk sarung sepanjang ukuran sarung
  • 1 helai kafan untuk kerudung
  • 1 helai untuk baju kurung, dibentuk kerung leher untuk memasukkan kepala
  1. Menyediakan 5 helai tali atau 7 helai (jika jenazahnya gemuk)
  2. Nomor 1, 2, 3 diambil dari kain kafan
  3. Menyediakan kapas untuk menutup bagian qubul dan dubur,
  4. Menyediakan kapas untuk bagian-bagian persendian dan sedikit untuk muka
  5. Jika perlu menyediakan kapas untuk bagian-bagian tubuh jenazah yang luka
  6. Menyediakan kapur barus dan cendana untuk ditabur pada penutup qubul dan dubur
  7. Menyediakan candana bubuk untuk ditabur pada lapisan-lapisan kain kafan dan minyak wangi untuk muka dan dahi
  8. Mengatur kafan di atas dipan atau tikar dengan arah kepala menghadap kiblat
  9. Menyediakan kain-kain lain untuk menutup seluruh tubuh jenazah selama proses memandikan, menggotong dan mengkafani jenazah
  10. Rambut wanita disisir, dijalin tiga jalinan dan ditekuk
  11. Mengkafani jenazah sesuai urut-urutannya.

 


Materi ini  disampaikan oleh Ibu Tiny Klein dalam acara Pengajian Muslimah Kalam Goettingen, Sabtu 23 Maret 2013.

Foto-foto bisa dilihat link berikut ini.  Download Materi pengajian Memandikan dan Mengkafani Jenazah oleh Tiny Klein