Suasana Idul Fitri 1434 H di Goettingen Jerman

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Perayaan Idul Fitri tahun ini berlangsung dengan sederhana namun penuh makna bagi penduduk muslim di Göttingen. Goettingen merupakan sebuah kota kecil di wilayah Niedersachsen, German.  Kota ini dikenal sebagai kota pelajar dengan penduduk sekitar 130.000 jiwa, terdapat sekitar 25000 orang pelajar.  Di kota ini terdapat sekitar 6000 muslim yang tersebar di berbagai area, mulai dari desa hingga kota.  Umumnya muslim di sini merupakan pendatang.

Perayaan diawali dengan sholat Idul Fitri yang dilaksanakan pada waktu yang berurutan di tiga masjid yang berbeda di Goettingen.  Sholat Idul Fitri diselenggarakan pertama kali di Masjid Turki (Ministry of Turkish Islamic Cultural Association) pada pukul 07.00, di Masjid Al Iman pada pukul 08.00, dan terakhir pukul 09.00 diselenggarakan di Masjid At Taqwa.  Perbedaan waktu pelaksanaan ini dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan warga yang memiliki beragam kegiatan karena hingga saat ini muslim di Goettingen belum memiliki hari libur tersendiri.

Kebanyakan warga Indonesia di Goettingen pada tahun ini memilih melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid At Taqwa.  Termasuk keluarga kami, yang tinggal di Albrecht Thaer Weg.  Sekitar pukul  08.00, sekitar 6 keluarga Indonesia bersiap berangkat dengan jalan kaki menuju ke masjid.  Anak-anak bersiap dengan semangat, berlari-lari kecil dan bercanda ria sepanjang perjalanan.  Rombongan ini tiba di masjid sekitar pukul 08.45 dan segera berpisah menuju kelompok masing-masing. Bapak-bapak dan anak-anak lelaki menuju shaf pria sedangkan ibu-ibu dan anak perempuan menuju shaf wanita, bergabung dengan warga muslim dari berbagai belahan dunia  yang tinggal di Goettingen.

Sekitar pukul 09.00, takmir masjid mengumumkan pelaksanaan sholat Ied yang akan segera dilakukan.  Sedikit berbeda dengan sholat Ied yang biasa dilakukan di Indonesia, takbir sholat Ied ini dilakukan hampir tanpa jeda.  Melampaui berbagai perbedaan, setiap orang hanyut menyatu dalam melaksanakan ibadah sholat Ied, tanpa batas ras, suku maupun negara.  Sholat dilaksanakan sekitar sepuluh menit, kemudian dilanjutkan dengan khotbah berbahasa Arab dan Jerman diakhiri dengan doa bersama.  Perbedaan ini tidak mengurangi rasa gembira warga, meskipun pengetahuan bahasa kami terbatas untuk mengerti sepenuhnya khotbah yang disampaikan.  Saat khotbah dan doa berakhir, seorang takmir masjid memberitahukan jika tersedia sarapan pagi di lantai bawah gedung masjid.  Warga Indonesia tak lupa memanfaatkan kesempatan untuk berkumpul di masjid, bertemu dan bersalam-salaman.

Sekitar pukul 10.00 warga Indonesia mulai beranjak meninggalkan masjid dengan gembira bersama rombongan masing-masing.  Halal bihalal warga Indonesia secara resmi akan diselenggarakan oleh KALAM Goettingen pada hari minggu, 18 Agustus 2013 di Mahatma Gandhi Haus.