Tag Archives: kalam

Pengajian bersama Ustadz Adnan Al-Bahry dengan tema: Mencintai Rasulullaah dan Ahlul-Bayt

Pengajian bersama Ustadz Adnan Al-Bahry

Dengan tema: Mencintai Rasulullaah dan Ahlul-Bayt

– Sebuah Ringkasan ceramah –

Oleh : BardanBardan

Alhamdulillaahi rabbil ´alamin, puji serta syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT, serta Shalawat dan taslim tidak pernah lupa juga kita sampaikan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW, sang penutup serta penyempurna risalah para nabi dan Rasul, beserta para keluarga, sahabat serta ummat beliau hingga akhir zaman nanti.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, yang bertepatan pada hari minggu, 29 Oktober 2017 Kalam Göttingen mengadakan pengajian bersama Ustadz Adnan Al-Bahry, dengan tema “Mencintai Rasulullaah dan Ahlul-Bayt“, dengan tujuan untuk lebih memahami serta mencintai Rasulullah serta Ahlul-Bayt beliau, beserta para sahabat beliau yang mulia.

            Pengajian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang di bawakan oleh saudara Fahmi, lalu pemateri mengajak jama’ah untuk bersama-sama membaca Syahadatain untuk lebih menegaskan keimanan para hadirin. Masih pada bagian pembukaan, pemateri juga menyampaikan betapa besar kemuliaan yang Rasulullah  dapatkan, yakni namanya disandingkan setelah mengucapkan kata Allah dalam dua kalimat syahadat, yang tanpanya tidak sempurnalah syahadat seseorang.

            Masuk kepada inti materi, pemateri menyampaikan betapa mulianya keluarga nabi Muhammad SAW dan juga keluarga-keluarga lain yang Allah sebutkan dalam Qur’an seperti keluarga ‘Imran,  yang mana salah satu keturunannya merupakan salah seorang nabi dan Rasul yang umat islam amat hormati yakni nabi ‘Isa AS., yang Allah berikan Injil kepadanya.

            Contoh keluarga mulia yang lain adalah keluarga nabi Musa A.S. Beliau A.S memiliki seorang saudara yang merupakan seorang nabi, yakni nabi Harun A.S, memiliki mertua yang juga seorang nabi, yaitu nabi Syu’aib A.S, serta masih banyak lagi conton-contoh keluarga mulia yang Allah abadikan namanya dalam Qur’an, agar kita dapat mencontohi serta mengambil pelajaran dari mereka.

            Lebih jauh lagi pemateri juga memberikan nasehat kepada para hadirin, wabil khusus kepada para hadirin yang telah berkeluarga, dimana beliau menerangkan: jikalau kita berharap keluarga kita menjadi keluarga yang mulia, hendaklah kita mencontohi keluarga-keluarga mulia yang yang Allah abadikan dalam Qur’an seperti yang telah diterangkan di atas.

            Di pertengahan pemateri juga menyampaikan tidak adanya perbdedaan dalam islam dari sudut pandang ras; baik orang arab atau orang ajami (non-arab) tetaplah seseorang itu  dapat mencapai kemuliaan, karna pada hakikatnya perbedaan terletak pada ketaqwaan kita dan bukan pada warna kulit atau ras kita, jadi biarpun kita seorang non-arab, tidak mengurangi potensi atau kesempatan kita untuk mencontohi sifat-keteladanan nabi Muhammad  beserta keluarga dan para sahabat beliau, biarpun pada hakikatnya mereka semua orang arab.

            Walaupun demikian hendaklah kita juga mencintai (bahasa) arab, dikarenakan Rasulullah  pernah menyampaikan dalam salah satu haditsnya yang artinya:

„[…] jagalah hak-hak ku melalui Arab karena tiga hal : pertama, karena aku orang Arab, kedua Alquran berbahasa Arab dan ketiga pembicaraan ahli surga dengan bahasa arab.“

            Pada bagian akhir ceramah, pemateri menyampaikan beberapa sifat Rasulullah  yang dapat kita contoh dalam kehidupan keseharian kita, yang dimana perilaku ini biarpun terlihat simpel, tapi justru inilah yang membuat nabi Muhammad  disegani banyak orang, contoh dari beberapa sifat nabi tersebut iyalah: (1) berjalan cenderung cepat, (2) dan saat berbicara  maka beliau  menghadapkan seluruh badannya kepada orang yang sedang berbicara dengannya, dan tidak setengah-setengah.

            Masih pada bagian akhir ceramah, pemateri juga menyampaikan bahwa Ahlul-Bayt nabi pun tentunya tidak luput dari kesalahan dan kesilapan, contoh konkrit yang beliau kemukakan adalah salah satu tokoh komunis Indonesia, yakni DN Aidit, yang – amat disayangkan – juga masih merupakan keturunan Ahlul-Bayt, biarpun masih simpang siur informasi tentang keabsahan informasi ini. Juga pada akhir cermah, pemateri menyampaikan beberapa fakta penting tentang keterkaitan keluarga nabi Muhammad  dengan bangsa Indonesia. Diantaranya:

1.      Sultan Hamid 2 dari Pontianak yang juga masih keturunan Rasulullah , sultan Hamid 2-lah yang merancang lambing Garuda Indonesia

2.      Sultan Syarif Kasim dari Kesultanan Siak yang memberikan kerajaannya untuk NKRI dll.

 

Berikut kesimpulan dari apa yang telah kita bahas panjang lebar diatas:

1.      Hendaklah kita mencontohi keluarga nabi Muhammad SAW, agar keluarga kita pun dapat menjadi keluarga yang mulia di sisi Allah

2.      Hendaklah kita menjadi duta-duta islam, dengan cara berdakwah dengan kebaikan, seperti melalui sifat-sifat keseharian yang membuat orang lain nyaman berada di dekat kita, sebagaimana orang-orang pun nyaman berada di dekat Rasulullah , dan bukan dengan kekerasan

3.      Hendaklah kita menjaga keislaman kita dengan selalu berpegang teguh kepada Kitabullah Al-Qur’an dan sunnah nabi Muhammad  serta juga dengan mencontohi perilaku keluarga dan para sahabat beliau.

 

            Sekian, dan kurang lebihnya mohon maaf, mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga kita, kesehatan kita, harta dan keluarga kita, serta menjadikan hidup kita mulia dengan islam dan kita menutup kehidupan kita dengan syahid dijalan-Nya, aamiin.

 

Wassalamu’alaikum warahmatuLlaahi wa barakaatuh.

IMG_20171029_130534-min IMG_20171029_130514-min