Tag Archives: puasa

Kalam Muslimah 16-06-2013

Menyambut Puasa di Musim Panas: Hal-hal yang perlu dipersiapkan

Kalam Muslimah 16-06-2013Dalam satu siang yang indah diakhir minggu, warga muslimah Goettingen berkumpul bersama untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi cerita mengenai persiapan puasa pada tahun ini yang jatuh pada musim panas.  Puasa di musim panas merupakan tantangan tersendiri bagi setiap muslim yang tengah berada di negeri empat musim ini.  Salah satunya adalah karena panjang siang hari yang lebih panjang sehingga mengakibatkan masa shaum bisa mencapai 18-19 jam, dimulai dari sekitar pukul 02.40 dini hari hingga pukul 21. 50.

Salah seorang sesepuh, Wak Tiny, menjelaskan bahwa musim panas yang panjang seperti tahun ini pernah terjadi pada tahun 1984.  Puasa dalam waktu yang panjang memang cukup berat, terutama karena dehidrasi akibat cuaca yang cukup panas dan waktu yang panjang.  Hal yang nyaris tak tertahankan adalah rasa haus yang luar biasa.  Secara umum, pada kisaran hingga pukul enam sore, badan akan cukup bisa menetralisir keadaaan namun lebih dari itu mungkin badan akan terasa sangat lemas.  Oleh karena itu seseorang harus pandai-pandai mengatur kegiatan agar tidak memforsir tenaga berlebih.

Keringanan atau rukshoh untuk ibu hamil atau menyusui perlu dilihat secara mendetail.  Menurut Teh Rosa, sejumlah sumber menyebutkan rukshoh untuk tidak berpuasa itu tergantung pada uzur (alasan) syar’i.  Jika kondisi puasa pada saat hamil dikhawatirkan akan menyebabkan sakit atau membahayakan, maka diijinkan untuk tidak berpuasa.  Begitu pula jika pada saat ibu berpuasa dan harus menyusui anak dikhawatirkan akan menyebabkan anak sakit karena kekurangan asupan susu , maka diijinkan untuk tidak berpuasa.  Namun demikian, selama waktu tidak berpuasa tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah dan mengganti puasa di waktu yang lain, sejumlah puasa yang ditinggalkan.

Warga muslimah yang hendak pulang ke Indonesia pada saat bulan puasa hendaknya memberitahukan kepada maskapai agar mendapat pemberitahuan mengenai waktu berbuka dan sahur jika tetap ingin berpuasa selama perjalanan. Berdasarkan pengalaman, biasanya pramugari akan menyediakan makan sesuai dengan permintaan penumpang.  Namun demikian tak ada salahnya jika hendak mengambil rukshoh karena safar (bepergian).  Menurut sejumlah sumber, safar yang diberi keringanan memiliki beberapa syarat.  Syarat pertama, jarak perjalanan sejauh yang dibolehkan mengqashar shalat, yaitu berjarak sekitar 48 mil atau 80 km (ada yang menyebutkan 83 km).  Syarat kedua adalah tidak ada keinginan dari perjalanannya untuk menetap bertempat tinggal.  Dan terakhir tujuan perjalanan tidak dilakukan untuk melakukan maksiat (Islam QA).

Sebagai tambahan, keringanan dalam perjalanan tidak berlaku karena dua hal, yaitu ketika musafir pulang ke negaranya (tempat menetap) dan ketika musafir berniat tinggal di tempat tujuan atau tinggal dalam jangka waktu tertentu di suatu tempat yang layak (Islam QA).  Maka ketika hal itu terjadi, dia menjadi orang yang menetap dan wajib untuknya menyempurnakan shalat dan puasa.  Jadi jika melakukan perjalanan wisata atau kunjungan ke negara selama bulan puasa, maka yang dihitung sebagai safar adalah perjalanan selama dari kota asal hingga kota tujuan, sedangkan saat tinggal di kota tujuan hendaknya tetap menjalankan puasa.

Anak-anak yang belum baligh belum memiliki kewajiban berpuasa, namun tetap perlu mendapatkan pemahaman mengenai berpuasa dan perlu mendapat latihan tata cara berpuasa.  Anak-anak perlu diberitahu mengenai waktu sahur dan berbuka, hal yang diijinkan dilakukan dan hal yang sebaiknya dihindari pada saat berpuasa.  Sebagai latihan, anak-anak dapat diminta mencoba melakukan sahur di pagi hari dan kemudian setelah selesai sahur diminta untuk tidak makan sampai batas waktu yang diperkirakan tidak mengganggu kesehatan.  Atau untuk anak yang sudah besar dapat diberikan latihan puasa dengan menyesuaikan waktu sahur dan berbuka berdasarkan waktu Indonesia.

Beberapa tips yang dirangkum dari peserta diskusi untuk mempersiapkan diri pada puasa dalam musim panas diantaranya adalah:

1. Selalu makan sahur, meski sedikit. 

Salah satu cara agar tak terlewat sahur adalah menyediakan makanan di kamar sehingga bisa dengan cepat dan mudah makan sahur.  Makanan yang disediakan untuk sahur sebaiknya adalah makanan berkuah sehingga dapat sekaligus memberikan asupan cairan dalam tubuh. Makanan sebaiknya merupakan makanan penuh nutrisi namun tidak terlalu berat (bulky).

Salah satu menu sahur yang disarankan adalah sup iga kacang merah dan telur rebus, susu dan buah juga merupakan pilihan yang baik.

2. Minum yang cukup pada saat berbuka puasa.

Pada saat berbuka puasa merupakan salah satu momentum paling menyenangkan di dunia, apalagi setelah puasa yang panjang.  Minuman yang disarankan untuk dipilih pada saat berbuka adalah minuman hangat, terutama air teh manis hangat.  Air putih dingin kurang bagus untuk tubuh yang baru berbuka, apalagi berbagai jenis es yang tampak sangat menggoda di saat berpuasa.  Air minum dingin dan atau es (campur, buah, krim) akan memberikan sinyal palsu atas pemenuhan kebutuhan air sehingga rasa haus akan hilang, meski sebenarnya badan masih sangat membutuhkan asupan air dalam jumlah besar.

3. Mengatur ulang jadwal kerja. 

Berpuasa bukan berarti menurunkan aktivitas dalam kehidupan dunia, namun justru seharusnya memperbaiki kinerja harian seseorang. Hal yang bisa dilakukan adalah mendesain sedemikian rupa sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat berlangsung secara teratur dan tidak menguras energi yang tak perlu.  Dalam beberapa hal, adanya aktivitas harian yang tepat akan membuat waktu puasa terasa singkat.  Kuliah, penelitian, studi literatur dan menyelesaikan tugas akhir dapat menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan selama berpuasa. Untuk beberapa pekerjaan yang menguras tenaga, seperti mengantar koran, maka seseorang harus mempersiapkan pola pengantaran yang lebih efisien.  Makan sahur dapat dilakukan di sela-sela waktu pengantaran koran dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman yang cukup.

4. Makanan sehat.

Mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting. Bukan hanya sekedar halal namun juga toyyib (baik), apalagi mengingat waktu yang pendek dan kapasitas perut yang terbatas untuk mengkonsumsi makanan yang cukup selama berpuasa.  Bagi yang berkeluarga tentu saja perlu dipersiapkan makanan untuk buah hati dengan baik.  Beberapa makanan olahan yang dapat disimpan beku dapat dibuat sebelum puasa, sehingga pada saat puasa dapat digunakan untuk menghemat waktu dan tenaga.  Buah, sayuran, kurma, susu dan madu perlu dikombinasikan dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan asupan zat makanan.

Pada akhirnya tiada hal yang lebih utama dari niat setiap individu untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah berpuasa.  Mungkin sedikit berat diawal karena badan memerlukan masa adaptasi yang cukup untuk menyesuaikan dengan perubahan pola makan selama bulan puasa.  Namun niat itu memberikan kekuatan yang lebih dari apa yang dibayangkan sebelumnya.  InsyaAllah

Selamat berpuasa.

Notulensi oleh : Nur Rochmah K.

Referensi: Islam QA. 2013. Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, 28/73. http://islamqa.info/id/ref/23296